Kader PDIP Larang OTT ke Jaksa, Polisi dan Hakim, Junimart: Itu Pendapat Pribadi, Bukan Sikap Partai

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Kader PDI Perjuangan yang kini duduk di Komisi III DPR, Arteria Dahlan bikin heboh dengan pernyataanya karena mengaku tidak setuju dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap aparat penegak hukum (APH) seperti hakim, jaksa maupun polisi.

Namun menurut PDIP, apa yang disampaikan Arteria itu bukan sikap partai melainkan pernyataan pribadi Arteria Dahlan. “Apa yang dikatakan oleh sahabat saya Arteria Dahlan itu tidak ada kaitannya dengan sikap PDI Perjuangan maupun Fraksi PDI-Perjuangan di DPR. Perlu saya tegaskan PDI-Perjuangan sangat mendukung penegakan hukum di negri ini, semua sama di mata hukum,” ujar anggota Fraksi PDIP, Junimart Girsang dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Muat Lebih

Junimart menegaskan sekalipun banyak oknum polisi, jaksa dan hakim yang harus dihukum karena OTT. Menurutnya, Indonesia tidak akan pernah runtuh sebagaimana alasan yang disampaikan oleh Arteria dalam pernyataannya saat melakukan kunjungan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (12/10/2021).

“Tidak lah, tidak mungkin Republik ini akan runtuh hanya karena segelintir oknum penegak hukum harus dihukum oleh kesalahan mereka sendiri, justru penegakan hukum itu harus dimulai dari lembaga penegak hukum itu sendiri,” tegas Wakil Ketua Komisi II DPR itu.

Dengan demikian dia memastikan tidak ada dasar maupun alasan untuk memberikan hak privilege (Istimewa) yang melarang oknum aparat penegak hukum untuk dihukum, maupun ditangkap dalam OTT.

Terlebih mengingat Indonesia adalah negara hukum dan menganut asas equality before the law atau persamaan di mata hukum. “Secara pribadi saya katakan tidak setuju aparat penegak hukum mendapat hak privilege dalam penegakan hukum.

Tidak ada dasarnya. Karena kita semua sama dimuka hukum, namanya juga penegak hukum mosok dibiarkan melanggar hukum. Ya harus diproses secara hukum dong,” ujarnya.

Sebelumnya Arteria menegaskan tidak setuju adanya OTT terhadap aparat penegak hukum seperti Jaksa, hakim, dan polisi. Menurutnya, dengan melakukan OTT terhadap hakim, jaksa maupun polisi tidak bisa menjamin masalah terselesaikan.

“Bayangkan kalau polisi kalian tangkap, kalau jaksa kalian tangkap, kalau hakim kalian tangkap, runtuh Republik. Masih banyak cara-cara untuk memperbaiki mereka,” ujar Politisi PDI-Perjuangan itu, saat melakukan kunjungan dengan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (12/10/2021).

Terkait tim satgas Kejaksaan yang diduga mengamankan Kasi Pidsus Kejari Mojokerto, Arteria berharap komisi kejaksaan dapat melakukan penegakan hukum secara arif. Menurutnya, Jaksa-jaksa itu mungkin ada kekeliruan tapi harus dibina.

“Harus dijaga kehormatan dan keluhurannya. Karena mereka ini penegak hukum. Mudah-mudahan kita mendapatkan keadilan sekaligus juga ketertiban umumnya juga hadir. Bagaimana kehormatan atas lembaga ini kan wajib dikedepankan,” ujarnya. [asa]

Sumber: Indopolitika.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *