Kejagung Yakin TPPU, Aset Tersangka Dugaan Korupsi PDPDE Sumsel Mulai Disita

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai menyita aset tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan Dan Energi (PDPDE) Provinsi Sumatra Selatan. Dalam hal ini, Kejagung menyita berupa tiga mobil terkait tersangka Yaniarsyah Hasan yang merupakan Direktur PT DKLN dan Komisaris Utama PDPDE Gas, Muddai Madang.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Supardi mengatakan bahwa ketiga unit mobil itu disita setelah tim penyidik Kejagung menggeledah kediaman tersangka Muddai Madang selaku Komisaris Utama PT PDPDE Gas dan tersangka A. Yaniarsyah Hasan selaku Direktur PT DKLN di wilayah DKI Jakarta.

Muat Lebih

“Ada tiga mobil (yang disita),” kata Supardi, kemarin.

Supardi menjelaskan bahwa alasan tim penyidik Kejagung menyita tiga unit mobil milik dua orang tersangka itu karena diduga pembelian tiga mobil tersebut berasal dari uang hasil korupsi. “Kendaraan itu dibeli diduga menggunakan uang hasil korupsi pembelian gas bumi,” ujarnya.

“Insyaallah, sudah diyakinkan ada TPPU-nya (tindak pidana pencucian uang),” ucapnya.

Dalam kasus ini, bekas Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, telah ditetapkan sebagai tersangka atas persetujuan pembuatan PT PDPDE Gas. Perusahaan yang dibentuk atas kesepakatan dengan PT DKLN itu didirikan agar dapat mengelola gas bumi yang diminta Alex.

Penyidik pun sudah menetapkan Komisaris Utama PDPDE Gas sekaligus orang dekat Alex, Muddai Madang; Direktur PT DKLN 2009, A. Yaniarsyah Hasan; dan Dirut PDPDE Sumsel 2008, Caca Isa Saleh sebagai tersangka. [asa]

 

Sumber: Indopolitika.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *