Survei Capres di Jatim: Ganjar Paling Diinginkan Jadi Presiden, Puan?

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Lembaga The Republic Institute merilis hasil survei terbarunya terkait elektabilitas kandidat calon presiden khusus di Jawa Timur (Jawa Timur).

Hasilnya, jika pemilihan presiden dilaksanakan hari ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi sosok yang paling diinginkan oleh warga Jatim untuk menjadi presiden. Sebanyak 31,4 persen masyarakat Jatim yang memilih Ganjar.

Muat Lebih

“Apabila pilihannya sekarang, maka elektabilitas Pak Ganjar Pranowo tertinggi,” ujar Direktur The Republic Institute, Sufyanto dalam keterangannya, Senin (11/10/2021).

Survei tersebut dilaksanakan pada 1-13 September dengan jumlah sampel 1.225 responden yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jatim dengan margin of error sebesar 2,8 persen.

Ketum Gerindra Prabowo Subianto menempati posisi kedua dengan 23 persen. Melengkapi tiga besar ada nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 12,3 persen.

Selain tiga nama tersebut, semuanya memperoleh suara di bawah 5 persen. Mereka adalah Airlangga Hartarto (4,5%), Agus Harimurti Yudhoyono (3,3%) dan Khofifah Indar Parawansa (3,2%).

Kemudian Tri Rismaharini (2,9%), Muhaimin Iskandar (2,2%), Ridwan Kamil (1,9%) dan Sandiaga Uno (1,5%). Sementara yang belum menentukan masih ada 11,6 persen.

Sufyanto menjelaskan, elektabilitas Ganjar tinggi di Jatim karena ia dinilai memiliki kemiripan dengan Presiden Jokowi. Ganjar dianggap sebagai sosok pemimpin yang merakyat.

“Tampak bahwa Ganjar sangat mendominasi dari sisi elektabilitas. Hal ini terjadi karena Ganjar diidentifikasi oleh masyarakat Jatim sebagai sosok yang memiliki kepribadian dan jiwa kepemimpinan seperti Jokowi,” ujar Sufyanto.

“Tingginya suara Ganjar juga disebabkan karena orangnya low profile, sehingga ketika turun di masyarakat sering langsung masuk warung dan ikut makan bersama-sama dengan masyarakat lain yang ada di warung, dan itu tidak ditemukan pada calon presiden yang lain,” imbuhnya.

“Masyarakat Jatim sampai sekarang masih sangat mengidolakan Jokowi. Alasan lain elektabilitas Ganjar tinggi, karena sering muncul di medsos, terutama televisi dan YouTube, baik saat berkunjung ke lapangan maupun menyelesaikan masalah-masalah yang ditemukan di lapangan,” sambungnya.

Sementara itu, kenapa Prabowo kalah dari Ganjar, Sufyanto mengatakan masyarakat Jatim menilai Prabowo sebagai sosok yang kurang merakyat.

“Termasuk Prabowo jarang turun ke masyarakat untuk menyapa dan termasuk gebrakan terkait kebijakan yang pro rakyat di masyarakat juga tidak ada,” ungkapnya.

Bagaimana dengan Puan Maharani?

Sufyanto mengatakan tidak ada responden yang memilih Ketua DPR RI itu untuk menjadi presiden.

“Untuk Puan, di mana media baliho sudah tersebar tetapi tidak mendapatkan suara yang signifikan, dikarenakan masyarakat melihat Puan selama menjabat sebagai DPR, tidak ada produk kebijakan yang dihasilkan yang berdampak bagi masyarakat,” katanya.

“Termasuk tidak ada gebrakan sama sekali di DPR. Rendahnya elektabilitas Puan Maharani juga disebabkan jarang sekali turun ke masyarakat bawah, kalaupun turun hanya untuk memenuhi tugas sebagai ketua DPR mendampingi presiden,” jelasnya. [fed]

Sumber: Indopolitika.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *