INDOPOLITIKA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api pada perayaan malam pergantian tahun di Ibu Kota. Sebagai gantinya, rangkaian acara akan diisi dengan doa lintas agama serta pertunjukan visual berbasis teknologi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, perayaan malam tahun baru kali ini akan digelar secara lebih sederhana dengan jumlah lokasi yang dikurangi.
Jika sebelumnya direncanakan di 14 titik, kini acara hanya berlangsung di delapan lokasi. Lima di antaranya berada di masing-masing kantor wali kota, sementara tiga titik lainnya terpusat di Bundaran Hotel Indonesia (HI), kawasan Kota Tua, dan Lapangan Banteng.
“Di setiap lokasi akan ada doa bersama lintas agama. Semua agama akan dihadirkan dalam kegiatan tersebut,” ujar Pramono dikutip, Selasa (23/12/2025).
Khusus di Bundaran HI, Pemprov DKI memilih menghadirkan pertunjukan video mapping menggunakan drone sebagai pengganti kembang api. Tayangan visual tersebut akan mengangkat pesan keprihatinan dan empati terhadap bencana alam yang tengah melanda sejumlah wilayah di Sumatera, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
“Karena tidak ada kembang api, maka di Bundaran HI akan ditampilkan video mapping drone yang menggambarkan perhatian dan kepedulian Jakarta terhadap saudara-saudara kita di Sumatera,” jelas Pramono.
Selain itu, suasana malam pergantian tahun di Bundaran HI juga akan dimeriahkan dengan penampilan grup band D’Masiv. Band asal Jakarta tersebut dijadwalkan membawakan lagu Jangan Menyerah sebagai bentuk dukungan moral dan penyemangat bagi masyarakat yang terdampak bencana di berbagai daerah.
“Untuk momen pergantian tahun di Bundaran HI, kami meminta D’Masiv membawakan lagu Jangan Menyerah sebagai pesan kebersamaan dan harapan,” pungkas Pramono. (Nul)
Sumber: Indopolitika.com






