INDOPOLITIKA.COM – Pemilihan Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta pendamping Anies Baswedan selangkah lebih maju setelah tata tertib pemilihan disepakati menggunakan hasil perumusan pansus DPRD periode sebelumnya. Pimpinan DPRD DKI pun telah sepakat voting pemilihan Wagub DKI berlangsung tertutup.
Namun Penasehat Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mengaku tak puas dengan kesepakatan tersebut. “Kalau PAN ingin voting terbuka, tetapi forum kan bukan hanya PAN,” kata Zita di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (26/2/2020).
“Semakin terbuka, semakin baik. Supaya nggak ada asumsi-asumsi negatif dari publik,” imbuhnya.
Kendati demikian, Zita menilai, keputusan voting tertutup yang telah dihasilkan melalui Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) DPRD DKI sudah sesuai dengan aturan.
“Ini proses sudah berjalan dengan benar, disepakati oleh semua. Apapun itu hasilnya, voting terbuka atau voting tertutup, jangan lupa, intinya voting, cuma mekanismenya beda,” kata Zita.
Zita justru lebih menekankan terhadap pentingnya sesi tanya jawab yang dijadikan sebagai media fit and proper test saat paripurna pemilihan mendatang. “Yang paling penting ada fit and proper test. Itu kan yang kita nanti-nantikan semuanya,” tutup Zita.[ab]






